Sesuai dengan pandangan di Postinga sebelumnya,tugas manusia adalah untuk beribadah kepada Allah swt Sang Maha Pencipta.
“dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.(Qs. Adz-Dzariayaat. 51:56).
Ayat diatas akan memunculakan pertanyaan dalam benak kita.
Mengapa daku harus mengapdi?
Apakah Allah membutuhkan daku?
Kalau anda hanya mengandalkan otak tentu akan sulit menjawab pertanyaan di atas. Sebenarnya disetiap permasalahan yang terjadi pada anda ada sosok Yang Serba Maha yang begitu absolut selalu menyertai di setiap segala perkara dan segala sesuatu, maka untuk memahaminya harus disertai rasa iman kepada Allah. Sebagaimana firman-Nya:
“Aku tidak menghendaki rezeki sedikitoun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka member-Ku makan”.(QS.Adz Dzariyaat, 51:57).
Kalau manusia berkarya (menggunaan segala rahmat-Nya), bikin mesin, rumah, atau apa saja yang pada hakikatnya adalahuntuk meningkatkan mutu kehidupan bagi manusia sendiri(mengambil faedah), maka sudah sewajarnya kita harus tunduk dan patuh kepada-Nya.
“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri ,Kemudia kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan”.(QS.Al Jaatsiyah.45:15).
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelumu, agar kamu bertakwa”.(QS, Al Baqarah,2:21).
Beribaadah ber arti melaksanakan segala sesuatu yang baik dan hanya mengharap ridha Allah.Bertakwa artinya menjalankan segala yang diperintahkan oleh-Nya dan meninggalkan segala yang dilarang oleh-Nya serta mengikuti junjungan Nabi Muhammad saw.
Selain itu manusia diberi kepercayaan oleh Allah swt untuk menjadi khalifah(pemimpin) dimuka bumi.Tugas kekhalifahan ini tertulis dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 30 yang berbunyi, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat:Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…”
Semua manusia secara potensial diciptakan menjadi khalifahtullah. Namun agar potensi tersebut menjadi nyata. Harus memiliki beberapa criteria, antara lain ilmu, iman ,amal saleh,dan masih banyak lagi. Jika anda mengikutinya secara runtut insya Allah akan terjawab.
Kekhalifahan atau kepemimpinan dimulai dari memimpin diri(hawa nafsu)nya sendir, keluarga, kemudian berkembang ke memimpin lingkungan yang lebih luas.
Kepercayaan Allah terhadap manusia awalnya dipertanyakan oleh malaikat maupun iblis, tetapi dengan alasan yan berbeda. Malaikat mempertanyakan karena melihat manusia suka saling berbunuhan sedangkan iblis protes, karena merasa dirinya lebih tinggi derajatnya dari pada manusia yang dibuat dari tanah.
Setelah Allah menjelaskan, malaikat mengikuti perintah Allah dan mengakui kekhalifahan manusia, tetapi iblis tetap membangkang. Hal ini terlihat dari dialog Allah dengan malaikat dan iblis.
“…..Mereka (maliakat) berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumu itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,
Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?”Tuhanmu berfirman,
“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui”.
(Qs.Al-Baqarah:30).
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu(adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, Kemudian Kami katakan kepada para malaikat :”Bersujudlah kamu kepada Adam”. Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Ia tidak termasuk mereka yang bersujud.
(QS. Al A’raaf. 7:11)
Allah berfirman, “Apakah yang menghalangmu untuk bersujud (kepada Adam)di waktu Aku menyuruhmu?”
Iblis menjawab,”saya lebih baik dari padanya, Engkau ciptakan saya dari api sedang ia Engkau ciptakan dari Tanah”.(QS AlA’raaf, 7:12).
….iblis berkata aku akan sujud kepada orang yang engkau ciptakan dari tanah?”(QS Al-Israa’.17:61).
Allah berfirman turunlah kamu dari surgaitu;karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termaksud orang-orang yang hina”.(QS.Al-A’raaf,7:13).
Iblis tetap bersikukuh ingkar terhadap perintah Allah meskipun diancam dengan neraka Jahanam.Akan tetapi,iblis minta kepada Allahswt untuk dapat terus hidup hingga hari kiamat dan meminta ijin untuk membujuk manusia supaya mengikuti jalan sesatnya. Allah mengijinkannya permintaan iblis tersebut.
Iblis menjawab, “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”
.(QS.Al-A’raaf,7:14)
Allah befirman, “Sesungguhnya kamu termaksuk mereka yang diberi tangguh.”
(QS.Al-A’raaf, 7:15).
Rekayasa Yahudi-AS Kurung Muslim Sampai Akhir Hayat
Sumber:suaramedia.com
Pengadilan di Texas, AS, telah menjatuhkan hukuman 65 tahun penjara kepada seorang mantan kepala yayasan amal Muslim karena memberikan bantuan kepada kelompok pejuang Islam Palestina, Hamas.
Shukri Abu-Baker, mantan direktur eksekutif yayasan terebut, dan Ghassan Elashi, mantan ketuanya, dua dari lima karyawan Holy Land Foundation tahun lalu didakawa telah memberikan lebih dari $ 12 juta untuk Hamas.
"Saya melakukannya karena saya peduli, sukarela, bukan atas perintah dari Hamas," Abu-Baker mengatakan kepada sebuah pengadilan Texas pada Rabu, menurut sebuah laporan dari situs Dallas Morning News.
Salah satu pendiri Holy Land Foundation, Mohamed El-Mezain, yang merupakan saudara Mousa Abu Marzook, wakil pemimpin Hamas, telah dihukum 15 tahun penjara untuk memberikan bantuan kepada kelompok tersebut.
Dua karyawan lainnya Mufid Abdulqader dan Abdulrahman Odeh sedang menunggu keputusan penjatuhan hukuman pada hari Rabu nanti.
Abu-Baker dan Elashi divonis atas gabungan dari 69 tuntutan, termasuk mendukung organisasi "teroris", pencucian uang dan penipuan pajak.
Abdulqader dan Odeh divonis untuk tiga macam konspirasi.
Holy Land Foundation, yang sebelumnya adalah yayasan amal Muslim terbesar di AS, sendiri divonis atas 32 tuntutan.
Persidangan sebelumnya berakhir pada bulan Oktober 2009 dengan satu orang tidak bersalah atas 31 tuntutan, namun para juri tidak dapat menemukan kata sepakat atas yang lainnya.
Jaksa mengatakan yayasan tersebut telah telah menyebarkan ideologi Hamas dengan mendanai sekolah, rumah sakit dan program-program kesejahteraan sosial yang dikontrol oleh kelompok tersebut di wilayah Palestina, dan memungkinkan mereka untuk mengalihkan dana tersebut untuk kegiatan perang.
Pendukung Yayasan tersebut menduga bahwa pemerintah telah ikut campur tangan dan menjadikan kasus tersebut sebagai bagian dari apa yang disebut teror perang dan mengabaikan misi utama yayasan amal tersebut dalam memberikan bantuan kepada sangat miskin wilayah Palestina.
Mereka berkata tidak ada uang yang digunakan untuk membiayai kekerasan, dan kasus tersebut sebenarnya hanyalah "produk sampingan" dari apa yang disebut sentimen anti-Islam setelah serangan 11 September di tahun 2001.
Tetapi jaksa berpendapat bahwa bantuan kemanusiaan yang dikirim oleh yayasan tersebut mengizinkan Hamas untuk mengalihkannya untuk mendanai kegiatan-kegiatan militan.
Juri telah mencapai keputusan bersalah tahun lalu, setelah delapan hari dari pembahasan dan diikuti sidang ulangan dari terhadap yayasan yang berbasis di Texas tersebut.
Itu adalah persidangan mengenai pembiayaan "terorisme" terbesar sejak serangan 9 / 11.
Dakwaan terhadap yayasan tersebut menyatakan bahwa mereka mensponsori anak yatim dan keluarga Palestina di Tepi Barat dan Gaza yang saudaranya telah meninggal atau dipenjara sebagai akibat dari serangan Israel.
Pejabat pemerintah telah mengrebek pusat yayasan Holy Land Foundation tersebut pada bulan Desember 2001, dan George Bush, Presiden Amerika Serikat, kemudian mengumumkan bahwa perampasan aset yayasan tersebut sebagai "langkah lain dalam memerangi terorisme".
Yayasan tersebut ditutup dan aset mereka telah dibekukan pada tahun 2001.
Sementara itu, pengacara pembela mereka mengatakan kliennya dibawa ke persidangan karena mereka memiliki ikatan keluarga dengan anggota Hamas, Khaled Meshaal, pemimpin politik Hamas yang diasingkan di Syria, yang juga merupakan saudara Abdulqader, salah satu dari lima terdakwa.
Sebagai alasan banding, pengacara yayasan tersebut diharapkan untuk memberi kesaksian balasan terhadap kesaksian yang diberikan oleh agen pemerintah Israel yang namanya disembunyikan dengan alasan keamanan.
Berikut adalah kelima terdakwa kasus ini.
Ghassan Elashi, 55, berasal dari Richardson. Ia membantu mendirikan Holy Land Foundation, yang kemudian berubah nama menjadi The Occupied Land Fund. Yayasan tersebut dipindahkan dari California pada tahun 1992 dan pada saat yang sama, Elashi resmi menjadi warga AS.
Elashi, yang lahir di Gaza bersama saudaranya mendirikan InfoCom, sebuah perusahaan komputer di Tanah Suci. Dalam sidang Holy juri menyatakan ia bersalah atas 35 tuduhan termasuk mendukung Hamas, pencucian uang dan penipuan pajak, dan akhirnya dijatuhi hukuman seumur hidup.
Kemudian Shukri Abu Baker, 50, kelahiran Brazil pada tahun 1959, pindah ke wilayah Palestina sedari kecil dan tinggal di Kuwait sebelum pindah di AS pada tahun 1980. Dia menjabat sebagai CEO Holy Land. Sama seperti Elashi, ia juga dijatuhi hukuman bersalah atas 35 tuduhan termasuk mendukung Hamas, pencucian uang dan penipuan pajak. Baker dijatuhi hukuman seumur hidup.
Mufid Abdulqader, 49, dan Abdulrahman Odeh, 49, kelahiran Tepi Barat pada tahun 1959. Abdulqader, warga resmi Amerika, merupakan seorang sukarelawan Holy Land Foundation. Dia adalah seorang mantan insinyur Dallas yang mengawasi renovasi Bishop Arts District. Juri menyatakan mereka bersalah atas tiga tuduhan termasuk konspirasi dalam memenuhi dukungan material terhadap organisasi teroris internasional, konspirasi penyediaan dana, barang dan jasa, dan mengaku melakukan pencucian uang. Mereka diperkirakan akan dijatuhi hukuman 55 tahun penjara.
Mohammad El-Mezain, 55, adalah seorang imam sebelum pindah ke California untuk menjalankan Holy Land Foundation di tahun 1999. Juri menganggap ia bersalah atas penyediaan dukungan terhadap Hamas. Dia dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.
Memahami kehendak Allah SWT
Pergi ke kampong memang mengasikkan.Tetapi setelah naik di bis antar kota ke resahan mulai muncul.Sebenarnya ceritanya begini.!.Tanggal 2 desember 2012 lalu.Saya memutuskan pulang ke Desa yaitu Ponorogo.Saya memutuskan naik bis untuk kesana.Saya masuk lalu duduk.
Diawal perjalanan saya disuguhi pemandangan yang sebenarnya itu adalah sesuatu yang lumrah,jika anda pergi naik bis ke luar kota.Yaitu, pengamen!!!.Awalnya saya ter hibur karena lagu dan hiburan yang dibawakan.pengamen itu.Terlebih saya masih punya sedikit uang untuk memberikan uang.
Ditengah perjalanan setelah beberapa lama.Datang lagi pengamen.Saat itu saya masih ada uang untuk memberikan uang .Tetapipada saat itusaya mulai berbikir.”Gimana kalau ada pengamen lagi??.apa yang harus saya berikan lagi!”.Ternyata yang aku khawatirkan terjadi,selang beberapa lama masuk lagi pengamen.Termaksud sifat saya, saya merasa malu jika tak bisa member sedikit uang kecil kepada orang yang sebetulnya lebih membutuhkan di banding saya.Saya sempat berpikir sejenak ketika pengamen itu melantunkan lagunya.”Saya sebenarnya ada uang kalau untuk member ,tetapi uangnya sangat besar jumlahnya alias tidak ada uang receh ,masak pengamen diberi uang lima ribuan,kan masih ada yang lebih membutuhkan disbanding pengamen itu!!!”.Timbullah rasa ragu pada janji Allah pada firmannya “jika uang yang dinafkahkan di jalan Allah tidak akan bisa habis “.Sempat saya bilang begitu pada batin saya.Tetapi pada ujungnya saya tidak juga memberikan uang itu meski tidak ada uang kecil.Sya juga sempat berpikir dan memarahi diri saya:”kamu orang bodoh kenapa?!,apa kamu ragu?!,apa kamu lebih mementingkan dirimu?!,kamu bodoh,apa kamu buta para orang-orang yang bertakwa berjuang dijalan Allah dengan sekuruh jiwa dan raga untuk kebenaran.Mengapa kamu hanya menyisihkan uang limaribu saja tidak mau!!.kan masih ada uang yang lain,tidak kok kalau kami mati dengan kehilangan uang sebesar lima ribu.”Meski saya berkata seperti itu dalam batin tetap saya tidak memberikan uang pada pengamen selanjutunya.Entah apa yangterjadi pada diri saya saya merasa gelisah jika ada orang yang susah tetapi saya hanya diam saja.
Waktu perjalanan pulang juga naik bis seperti biasa ada pengamen disana.Awal mengamen saya berikan uang karena saya ada uang kecil dari rumah didesa.Yang saya sayangkan ,kenapam saya tidak mempersiapkan uang sebelumnya saya lupa,Sebelum berangkat memang saya diberi uang jajan sebesar tujuh puluh ribu.yaitulima puluh dan dua puluhan.tetap saja besar jika hanya untuk uang ongkos pengamen.Ditengah perjalanan saya ,ada pengamen ,hati saya mulai bergejolak dan saya berkata:”Sekarang apa yang akan kamu lakukan jika seperti ini!!.apa kamu bertindak bodoh seperti kemaren !!Apakamu takut kehilangan uang yang sebenarnya bukan milikmu.,jika kamu merasa memiliki uang itu berarti kamu tidak lebih dari sekedar sampah ,aib bagi uamt yang suci ini.!!”.Saya kemudian teringat telah diberikan uang sebelum berangkat pulang oleh orang desa sebesar tujuh puluh ribu.Pada saat itu saya merasa Allah telah memberikan keluasan razekinya sebelum saya bersedekah. akhirnya saya berikan juga uang dengan jumlah yang besar untuk sekali ngamen orang itu.
Disini dapat disimpulkan jika Allah itu pemberiannya sangat luas dan jangan pernah ragu sedikitpun oleh apa yang telah difirmankan Nya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
